Content feed Comments Feed

Al-Munzir Perpindah ke Perubatan Online

Wednesday, October 19, 2011

Assalamualaikum wbt.


Kepada pembaca Al-Munzir yang dimuliakan oleh Allah SWT, 


Kami telah berpindah ke Perubatan Online untuk selaraskan setiap perkembangan unit-unit PCI. Nantikan artikle-artikle kami.

Ke mana Hilangnya Ramadhan?

Sunday, September 4, 2011

Awal kalam, kami, ahli bloggers UPI cawangan PCI ingin mengucapkan Salam Raya Aidil Fitri Maaf Zahir dan Batin. Semoga Shawal kali ini lebih bermakna daripada Shawal yg lalu, dalam kita membina silaturrahim yang lebih erat di antara kita, sebagaimana yang dinyatakan oleh Yang Esa dalam kalamNya, sesungguhnya orang mukmin itu bersaudara. Taqabbalallahu minna wa minkum.

Setelah berhempas-pulas memerah keringat melaksanakan perintah yang dijunjung dari Penguasa Bumi dan Langit ketika bulan Ramadhan tiba, kini kita diperintahkan pula untuk kembali ke fitrah, sebagaimana yang dinamakan dalam perayaan kita itu, Hari Raya Fitrah (translate kepada melayu). Kini kita tidak lagi terikat dengan kewajipan dan tanggungjawab kita sebagai hamba untuk berpuasa pada siang hari lebih-lebih lagi pada 1 Shawal. Jom sama-sama kita ucapkan syukur setinggi-tinggi melangit kerana kita semua masih dipilih untuk menjalani ibadah dalam bulan barakah itu, cukup pula sebulan malah dapat meraikan bersama pada hari yang mulia serba indah ini, tak kira di mana kita berada, mahupun malaysia atau mesir. Alhamdulillah...

Namun, yang paling penting, jangan sekali-kali kita leka dengan kesibukan diri meraikan hari yang mulia itu sehingga kita lupa diri kita bagaimana ketika Ramadhan lalu. Saya percaya, semua dalam kalangan kita telah menjamu ibadah yang pelbagai bagi merebut tawaran-tawaran hebat yang di offer ketika Ramadhan tiba. Lebih-lebih lagi, musuh-musuh kita yang halus pun dah dikurung, maka tak susah sebenarnya untuk kita semua berubah menjadi lebih baik. Yang tinggal hanyalah nafsu diri yang hendak dikawal. InshaAllah kita semua pastinya telah menjadi lebih baik di mataNya, alhamdulillah...

"Tidak beriman salah seorang antara kalian hingga hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa."

Rasulullah s.a.w. bersabda: "Orang yang kuat bukanlah orang yang dapat mengalahkan musuhnya tetapi dapat menguasai marahnya."

Maka jangan, sekali lagi, jangan kita spoil diri kita yang dah elok dididik oleh Ramadhan dengan lekanya kita dengan Shawal. Ujian sebenar buat kita ialah sejauh mana kemampuan kita untuk istiqamah dalam bulan-bulan yang lain setelah graduate daripada University of Ramadhan. Ambillah contoh daripada para sahabat, diceritakan bahawa, para sahabat bersedia untuk bulan Ramadhan 6 bulan sebelum Ramadhan, manakala ruh Ramadhan itu pula kekal 6 bulan selepas berlalunya Ramadhan bagi mereka.

Peliharalah diri, jangan mudah hanyut dengan budaya negatif yang sudah tak asing diamalkan oleh masyarakat kita, seperti bergaul bebas dalam perayaan, berpakaian tak cukup syarat, keluar malam hingga pulang lewat terutama bagi akhawat dan lain-lain. Setelah sebulan melatih diri, takkanlah kita nak senang-senang melepaskan batuk di tangga, menyerah dengan musuh-musuh halus yang baru dilepaskan dari penjara sana? Tentu tidak bukan? =)


Maka akhir kalam, jangan kita cemarkan hari-hari kemenangan kita dengan apa-apa yang membawa kemurkaan Ilahi. Pilihlah cara terbaik dalam kita menyambut kemenangan kita. Simboliknya, setelah pulang dari kemenangan dalam perang, para sahabat terdahulu perlu menghadapi perang yang lebih besar, iaitu perang ke atas diri sendiri, bagi mengalahkan perasaan riak dan sombong. Begitu jugalah kita.






Wallahu'alam =)

Para Sahabat Hindari Makanan Haram

Tuesday, August 23, 2011


Seperti biasanya, Abu Bakar As Shiddiq Radhiyallahu ’Anhu menyuruh budak laki-lakinya, mengambil uang upah untuk beliau. Saat itu, si budak usai mengambil upah dan Abu Bakar menggunakannya untuk membeli makanan. Setelah semuanya dihabiskan, tak lama kemudian, si budak mengakan,”Anda tahu, apa yang telah Anda makan?” Abu Bakar menjawab,”Apa?”. Si budak mengatakan,”Di masa jahiliyah saya telah melakukan ramalan untuk seseorang, akan tetapi saya menipunya, dan ia mendatangiku dengan memberi sesuatu, yakni barang yang telah Anda makan itu. Mendengar ucapan si budak, Abu Bakar segera memasukkan jarinya ke kerongkong, hingga beliau memuntahkan seluruh isi perutnya.

Sebagaimana disebutkan Al Bukhari dalam Bab Al Manaqib, Abu Bakar mengatakan,”Celakalah engkau! Hampir saja engkau mencelakakanku! Aku takut kalau dagingku tumbuh karena harta haram ini. Bagaimana bisa aku melakukan hal itu, sedangkan aku telah mendengarkan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam (SAW) bersabda,”Sesungguhnya daging tidak akan tumbuh dari harta haram, kecuali neraka lebih utama untuknya.”
Bahkan, dari riwayat lain yang dibawakan Abu Nuaim disebutkan, bahwa Abu Bakar mengatakan, ”Kalau seandainya tidak keluar (makanan haram itu), kecuali bersama nyawaku, niscaya akan aku tetap mengeluarkannya.”

Diriwayatkan juga, bahwa Umar bin Al Khathab melakukan hal serupa dengan apa yang telah dilakukan Abu Bakar. Sebagaimana disebutkan Al Baihaqi dalam Syu’ab Al Iman, bahwa beliau meminum segelas susu, hingga beliau merasa takjub dengan rasanya, hingga beliau bertanya kepada si pemberi, dari mana ia memperoleh susu itu. Ia menjawab bahwa susu itu diambil dari unta sedekah. Setelah mengetahui demikian, Umar segera memasukkan jarinya ke dalam kerongkong, supaya apa yang telah ditelannya termuntahkan.

Demikianlah, para sahabat, yang mendapatkan pendidikan langsung dari Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam (SAW). Mereka memahami, bagaimana bahayanya barang haram untuk dimakan, hingga ketika makanan haram terlanjur masuk ke dalam perut, mereka berusaha untuk mengeluarkannya, walau risikonya adalah kematian!

Rasulullah sendiri, sebagai suri tauladan seluruh umat juga telah memberi contoh, betapa beliau sangat menjaga dari memakan makanan haram. Dalam sebuah hadits dijelaskan, bahwa Rasullah pernah bersabda,“Saat aku pulang ke rumah, kutemui sebutir kurma jatuh di atas tempat tidur. Aku memungutnya, dan hendak memakannya. Akan tetapi, aku takut kalau itu adalah kurma sedekah, hingga akhirnya, aku melemparnya.” (Riwayat Al Bukhari).

Related Posts with Thumbnails

Jom IMAN !!!

Your pictures and fotos in a slideshow on MySpace, eBay, Facebook or your website!view all pictures of this slideshow

Famous Posts !!

Anda Rasa ....


ShoutMix chat widget

link web

Sahabat Munzir